
Yamaha memang sudah memutuskan untuk menunjuk Vinales sebagai pendamping Rossi di musim depan. Keputusan itu diambil untuk menutupi kekosongan posisi yang diakibatkan kepergian Jorge Lorenzo ke Ducati.
Bagi Vinales, kepindahannya ke Yamaha akan membuatnya berpeluang besar menjadi calon juara dunia MotoGP. Apalagi, pembalap berusia 21 tahun itu juga sudah menunjukkan konsistensinya bersama Suzuki. Ia baru saja meraih podium perdananya setelah finis di posisi ketiga MotoGP Prancis 2016,
Kemampuannya tentu akan bertambah hebat jika ia menggunakan motor Yamaha yang dikenal sangat cepat. Artinya, ia juga akan bersaing ketat dengan calon rekan setimnya, yakni Rossi. Meski begitu, Vinales memastikan hubungannya dengan Rossi tak akan berubah.
"Saya tak berpikir hubungan kami akan berubah. Kami memiliki hubungan yang baik saat ini. Saya pun memiliki ikatan bisnis dengannya. Saya pastikan di masa depan hubungan kami tetap baik. Jika Anda memiliki hal itu dengan rekan setim, itu akan bagus untuk balapan," kata Vinales.
Sebelumnya, Rossi sendiri sudah mengakui bahwa ia juga merasa khawatir dengan kehadiran Vinales. Setelah Lorenzo pergi, Rossi akan kembali mendapatkan partner yang hebat. Rossi khawatir Vinales akan menjadi pesaing terberatnya dalam perburuan gelar.
Publik tentu juga berkaca pada hubungan buruk yang terjalin antara Rossi dengan Lorenzo. Meski memperkuat tim yang sama, rivalitas mereka justru mengarah ke hal yang negatif. Perang komentar di antara keduanya kerap terjadi.
"Saya tak berpikir akan ada masalah. Saya berpikir dengan cara yang berbeda. Jika Anda cukup cerdas setelah menjadi rekan Valentino, Anda bisa belajar banyak hal. Valentino telah mencapai banyak kesuksesan dalam kariernya. Saya akan coba mencari tahu apa rahasianya," papar Vinales.
No comments:
Post a Comment