Peneliti kemudian juga menggunakan skala khusus untuk menentukan jenis dan warna kulit partisipan. Dengan begitu mereka dapat mengetahui respons dari masing-masing jenis kulit terhadap paparan sinar ultraviolet (UV).
Setelahnya baru peneliti mencoba mengamati berapa banyak kandungan vitamin D dalam tubuh mereka, lalu membandingkannya dengan berapa lama mereka berjemur.
Hasilnya mengejutkan, 72 persen partisipan dinyatakan kekurangan vitamin D. Rata-rata dialami oleh mereka yang lanjut usia atau jarang berada di luar rumah. Namun peneliti juga menemukan bahwa mereka yang sering terpapar sinar matahari merasakan hal serupa. Bahkan kandungan vitamin D dalam tubuhnya dilaporkan lebih rendah dari rata-rata.
"Nampaknya saat kulit berubah menjadi gelap akibat berjemur terjadi pelepasan pigmen yang justru menghambat produksi vitamin D," jelas peneliti, Dr Francisco Bandeira seperti dilaporkan The Sun.
Akan tetapi Bandeira menegaskan, kondisi ini hanya terjadi bila seseorang berjemur terlalu lama. Itulah mengapa berjemur baiknya dilakukan di pagi hari dengan durasi tak lebih dari 15-20 menit saja.
Vitamin D merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang. Sebuah studi mengungkap, kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, multiple sclerosis, diabetes dan sejumlah kanker seperti kanker payudara ataupun kanker usus.
Selain dari paparan sinar matahari, vitamin D juga bisa diperoleh dari makanan seperti minyak ikan, daging dan telur, meski kandungannya tidak sebanyak ketika terpapar matahari langsung.
Sumber : Detik.com
No comments:
Post a Comment