"Resiko yang akan muncul misalnya cedera saat berkendara," ucap Anne Wheaton, penulis utama studi. Dalam studi ini, peneliti memfokuskan pengamatannya pada pelajar yang memiliki kecenderungan kurang tidur atau justru terlalu banyak tidur.
Lebih lanjut, Wheaton mengatakan ada hubungan antara kuantitas tidur yang kurang atau berlebih dengan risiko keselamatan yang tinggi seperti cedera saat berkendara. Walaupun faktor penyebabnya belum diketahui dengan jelas.
Dikatakan Wheaton, depresi yang berkaitan dengan kurang tidur dianggap menjadi penyebab paling memungkinkan terjadinya peristiwa berisiko tinggi.
Studi yang dilakukan pada lebih dari 50.000 siswa SMA ini menemukan 69 dari 100 orang pelajar mendapatkan waktu tidur yang cukup, dan sisanya tidak. Perlu studi lanjutan untuk mengetahui alasan mengapa pelajar yang kurang tidur atau tidur terlalu banyak cenderung melakukan pelanggaran lalu lintas seperti tidak memakai helm saat berkendara dengan sepeda motor, tidak memakai sabuk pengaman saat mengemudi, mengemudi sambil mengirim pesan singkat bahkan mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
"Pelajar yang tidur hanya lima atau enam jam semalam, dua kali lebih besar peluangnya untuk mengonsumsi alkohol saat berkendara. Hal yang sama juga ditemukan pada pelajar yang tidur lebih dari 10 jam sehari," tutur Wheaton seperti dikutip dari Fox News.
Cukup tidur sendiri, oleh Anne didefinisikan sebagai pelajar mendapat tujuh jam tidur sehari pada malam sekolah.
Sumber : Detik.com
No comments:
Post a Comment